Membina Keluarga Sakinah: Lima Syarat Menjadi Generasi Dambaan Umat
Pentingnya keluarga sebagai landasan masyarakat menjadi keyakinan yang kuat bagi Arifin Ilham. Menurutnya, pembinaan keluarga harus menjadi tahap pertama dalam pembinaan umat. "Dari keluarga-keluarga yang harmonis, generasi yang diimpikan umat dan bangsa akan lahir. Allah menegaskan hal ini dengan perintah-Nya untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka," tegas Arifin.
Ada lima syarat utama yang harus dipenuhi untuk menciptakan keluarga sakinah.
Pertama, cinta kepada Allah. Suami, istri, dan anak-anak menjadikan cinta kepada Allah sebagai pusat kehidupan mereka.
Pertama, cinta kepada Allah. Suami, istri, dan anak-anak menjadikan cinta kepada Allah sebagai pusat kehidupan mereka.
Kedua, saling mencintai karena Allah. Arifin mengungkapkan dengan penuh keindahan, "Saya ingin terbang ke langit dunia dan akhirat bersamanya. Istri saya juga merupakan teman dan sahabat bagi saya."
Ketiga, mawaddah yang artinya saling memuaskan. Arifin menjelaskan, "Mawaddah bisa terwujud dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang wajar. Kadang setelah shalat tahajud, saya suka menidurkan istri di pangkuan saya sambil membaca Al-Quran."
Keempat, rahmah yang bersifat ruhiyah. Arifin menjelaskan, "Kita harus saling berlomba untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah. Semakin dekat hubungan kita dengan Allah, semakin baik pula hubungan kita dengan keluarga. Hubungan kita dengan sesama manusia juga mencerminkan sejauh mana kedekatan kita dengan Allah."
Syarat kelima dalam menciptakan keluarga sakinah adalah menjadikannya sebagai unit masyarakat terkecil yang cerdas, yakni keluarga dakwah. Arifin menekankan, "Keluarga sakinah memiliki potensi besar untuk menularkan kesakinahannya kepada orang lain. Mereka tidak hanya menginginkan keharmonisan dalam keluarga mereka sendiri, tetapi juga berusaha agar keluarga lain merasakan hal yang sama. Inilah awal dari penyebaran dakwah. Keluarga dakwah saling membantu dalam kebaikan, baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain," ungkap Arifin.
Namun, Arifin juga menekankan hal lain yang perlu diperhatikan. Ia mengatakan, "Keluarga sakinah juga harus menjalankan tujuh sunnah Nabi. Dengan demikian, keluarga sakinah menjadi cermin yang jelas."
Lalu, apa saja tujuh sunnah Nabi tersebut?
Pertama, menghidupkan shalat malam sebanyak mungkin.
Kedua, selalu membaca Al-Quran.
Ketiga, aktif berkegiatan di masjid. Terutama bagi ayah dan anak laki-laki, mereka diharapkan untuk selalu pergi ke masjid setiap harinya.
Keempat, menjalankan shalat dhuha.
Kelima, bersedekah secara rutin. Baik dalam keadaan mel
Kedua, selalu membaca Al-Quran.
Ketiga, aktif berkegiatan di masjid. Terutama bagi ayah dan anak laki-laki, mereka diharapkan untuk selalu pergi ke masjid setiap harinya.
Keempat, menjalankan shalat dhuha.
Kelima, bersedekah secara rutin. Baik dalam keadaan mel
impah rezeki ataupun sedang sempit.
Keenam, selalu beristighfar di segala kesempatan. Selalu ingat akan dosa yang pernah dilakukan, baik yang disadari ataupun tidak.
Ketujuh, menjaga kebersihan wudhu.
Keenam, selalu beristighfar di segala kesempatan. Selalu ingat akan dosa yang pernah dilakukan, baik yang disadari ataupun tidak.
Ketujuh, menjaga kebersihan wudhu.
Arifin juga menambahkan, "Saya berusaha menjadi seorang syaikh bagi istri dan anak-anak saya, menjadi seorang ustadz yang mengajarkan ilmu kepada mereka, serta menjadi sahabat dan teman bagi mereka."
Menurut Arifin, pernikahan adalah salah satu anugerah Allah, dan setelah menikah, anugerah tersebut terus bertambah. Memiliki istri dan anak-anak yang shaleh dan shalehah adalah surga dunia.
Dalam perjalanan hidupnya, Arifin Ilham memberikan inspirasi dan pedoman bagi masyarakat untuk membangun keluarga sakinah yang membawa berkah dan menjadi harapan umat.